skip to main |
skip to sidebar

Mimpi adalah kunci... untuk kita menaklukan dunia...
Kalau kita gak berani mimpi... kita gak akan berani melangkah... kalo gak berani melangkah... kita akan diem... kalo kita diem terus kita akan ditabrak... kalo kita ditabrak... kita masuk rumah sakit... kalo kita masuk rumah sakit kita mesti bayar... kan Rumah Sakit mahal... makanya mimpi itu penting... biar kita gak masuk Rumah Sakit (gak nyambung ya???).
Anyway... Seperti yang disebut dipaling atas... Mimpi adalah kunci utama untuk membuka semua peluang yang ada dihadapan kita... karena dengan mimpi kita jadi punya tujuan... kita jadi punya harapan...
Di Blog ini... nantinya InsyaAllah... bakal banyak coretan-coretannya Dimas tentang mimpi-mimpinya Dimas, tentang cerita-cerita mimpi temannya Dimas dan cerita-cerita tentang usaha-usaha yang dilakukan untuk mewujudkan sebuah impian... Entah itu penting atau nggak... tapi yang pasti ya semuanya diawali dari mimpi dulu... baru jadi suatu karya... itu menurutku...
Dan semuanya akan dimulai dari ke-simple-an... kesederhanaan... yang akan terus mengalir... mengalir... dan menjadi arus... yang cukup kuat... untuk merubah dunia...
It's just a simple flow... at the beginning... but who knows what happen next...!?!
Enjoy my Dream... :)
Dimas Dream... A SimFlow Dream...
Mimpi Dimas... Mimpi simpel yang akan terus mengalir mengisi hari-hari seorang Dimas... Dan suatu saat mungkin akan mengisi hari-harimu juga... It's Just a Simple Flow...at the beginning... but who knows what happen next...!?! :)
Jumat, 18 Desember 2009
Dimas Dream... A Simple and Flowing Dream...

Mimpi adalah kunci... untuk kita menaklukan dunia...
Kalau kita gak berani mimpi... kita gak akan berani melangkah... kalo gak berani melangkah... kita akan diem... kalo kita diem terus kita akan ditabrak... kalo kita ditabrak... kita masuk rumah sakit... kalo kita masuk rumah sakit kita mesti bayar... kan Rumah Sakit mahal... makanya mimpi itu penting... biar kita gak masuk Rumah Sakit (gak nyambung ya???).
Anyway... Seperti yang disebut dipaling atas... Mimpi adalah kunci utama untuk membuka semua peluang yang ada dihadapan kita... karena dengan mimpi kita jadi punya tujuan... kita jadi punya harapan...
Di Blog ini... nantinya InsyaAllah... bakal banyak coretan-coretannya Dimas tentang mimpi-mimpinya Dimas, tentang cerita-cerita mimpi temannya Dimas dan cerita-cerita tentang usaha-usaha yang dilakukan untuk mewujudkan sebuah impian... Entah itu penting atau nggak... tapi yang pasti ya semuanya diawali dari mimpi dulu... baru jadi suatu karya... itu menurutku...
Dan semuanya akan dimulai dari ke-simple-an... kesederhanaan... yang akan terus mengalir... mengalir... dan menjadi arus... yang cukup kuat... untuk merubah dunia...
It's just a simple flow... at the beginning... but who knows what happen next...!?!
Enjoy my Dream... :)
Cerita tentang kolaborasi dalam proses penciptaan
Perubahan... Kata-kata ini sering menjadi momok bagi diri kita... Kenapa mesti ada perubahan? Apa yang mesti dirubah? Memangnya yang sekarang sudah gak bagus lagi? Kenapa sih? Kan dah enak kayak gini...
Jadi inget, seorang teman pernah mengutip perkataan seorang tokoh, yang aku lupa namanya siapa, tentang perubahan itu... "di dunia ini tidak ada yang pasti, kecuali perubahan"... berubahlah, atau perubahan itu akan menelanmu...
Kenapa mesti berubah? Kondisi saat ini lho sudah enak... Apa perubahan itu bisa membawa kenikmatan yang lebih, atau malah akan membawa kearah yang tidak pasti dan membuat kita malah tidak bisa menikmati lagi apa yang sudah kita miliki selama ini? Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari dalam hatiku karena mungkin sudah terlalu lama terjebak dengan apa yang namanya "comfort zone".
Zona nyaman, yang telah membuai dan memberi kenikmatan dalam diri. Zona nyaman yang merupakan buah hasil kerja keras dari sebuah awal yang penuh ketidakpastian dan kekacauan. Zona yang diperjuangkan dengan pengorbanan yang tidak sedikit, sekarang harus digoyang lagi, padahal menurutku sih saat itu aku masih belum merasa puas menikmati hasil jerih payah untuk membentuk zona itu.
Tapi hidup terus berjalan, dan ternyata perubahan itu memang penting untuk dilakukan, karena kondisi dan situasi sekitar mengharuskan diri kami untuk berubah, atau kami malah akan kehilangan segalanya, secara pelan tapi pasti. Sekali lagi aku harus membongkar zona nyaman itu, masuk lagi kedalam ketidakpastian dari arus perubahan dan mencoba untuk melawan arus demi mencapai tujuan perubahan itu, baik arus dari dalam diri sendiri maupun dari luar.
Cerita ini terjadi ketika aku sedang meniti karir di sebuah hotel baru di Balikpapan. Hotel yang berdiri dan secara resmi memulai operasinya pada tanggal 18 Juni 2006. Aku sudah mulai bekerja di hotel itu sejak 3 April 2006 sebagai seorang Reception. Awalnya diterima di posisi itu, tapi baru satu bulan kerja akhirnya aku dipindah untuk mengurus masalah HR, karena memang waktu itu tidak ada orang yang mengurusi HR dan aku dianggap paling kompeten pada waktu itu (cieee... Self Appreciation is necessary for your mental and physical growth hehe).
Akhirnya, jadilah aku seorang HR Administrator, jadi aku adalah mantan reception yang tidak pernah sama sekali merasakan bekerja jadi seorang reception (hehehehe lha wong baru satu bulan, dan waktu itu hotelnya memang belum beroperasi dah dipindah ke HR). Yah jadilah aku mengurus HR dengan segala permasalahannya. Waktu itu cuma berdua di HR, dengan seorang teman yang ditunjuk menjadi HR Officer. Selama 6 bulan aku merasakan posisi menjadi HR Administrator, sebelum akhirnya aku ditunjuk untuk menjadi Training Coordinator di hotel tersebut. Sekitar satu tahun lebih kemudian, akhirnya aku menjadi seorang HR Officer, karena HR Officer sebelumnya harus resign dan kembali ke negara-nya "Jogja Tercinta". Mulai lah petualangan baru aku rasakan, dengan umur dan pengalaman yang masih minim, aku harus memimpin sebuah Department yang bisa dibilang crucial karena mencakup kelangsungan hidup perusahaan, mengurus karyawan-karyawan yang notabene memiliki pengalaman jauh lebih banyak tentang masalah perhotelan dibandingkan aku. But that's the best part... Aku gak malu untuk belajar dari pengalaman mereka, aku gak malu untuk meminta ide dari mereka tentang bagaimana program-program HR yang baik untuk perkembangan mereka. Prinsipnya Malu Bertanya Sesat Di Jalan, apalagi waktu itu aku belum punya sistem GPS atau Google Map (sampe sekarang sih sebenernya gak punya juga), jadinya daripada sesat ya lebih baik nanya.
Aku berkolaborasi dengan seorang staff baru yang kutunjuk untuk jadi seorang Training Coordinator. Kami berdua memiliki komitmen yang sama dalam usaha mengembangkan karyawan. "Jangan biarkan mereka menjadi bodoh", mereka harus pinter, gak boleh ada gap yang terlalu besar antara staff biasa, supervisor dan manager. Mereka harus sering share knowledge dan experience diantara mereka. Maka dimulailah program-program Sharing dan training gila-gilaan. But we enjoy it...!!! most of the time... :)
Akhirnya berjalanlah kami untuk mencapai tujuan bersama, dan kami rasa kami sudah sangat baik berkolaborasi untuk kesejahteraan bersama pada saat itu. Hotel kami yang masih baru, cepat dikenal khalayak ramai, dan telah banyak customer yang loyal pada kami. Suatu hal yang ajaib, mengingat letak hotel kami yang bisa dikatakan sangat tidak strategis. Tidak dijalan utama, dan dekat kuburan (so scary isn't it...). Apalagi kalo belajar marketing, prinsip utama agar sebuah hotel dapat maju adalah "position atau place", prinsip keduanya "tetap position", prinsip ketiganya "masih position", prinsip keempat "ya itu... position itu...", dan prinsip kelima "yaaaaa masa position lagi?... tapi ternyata... alhamdulillah tetap position". Wah kalo masalah prinsip itu, hotel kami lewat deh... ndak mosisi blas... but magically, we survive...
Waktu itu kami berpikir bisa survive dan berkembangnya hotel kami ini karen masalah "nama". Ya... hotel kami masuk dalam jaringan internasional dengan nama yang cukup terkenal pada waktu itu. Yah pasti karena itu... di kota kami, hanya kami satu-satunya hotel yang merupakan bagian dari suatu jaringan internasional. Walaupun beberapa bulan ada lagi satu hotel yang merupakan jaringan internasional buka di kota kami, tapi ya... kami masih bisa meng-klaim bahwa kami merupakan hotel pertama dengan jaringan internasional yang ada di kota kami, dan kami sudah merasa cukup aman dengan banyaknya customer yang sudah loyal dengan kami.
Tapi, semua itu harus berubah. Berawal dari timbulnya masalah pada representative jaringan internasional hotel kami yang ada di Jakarta, yang akhirnya membuat kantor pusat jaringan tersebut memutuskan untuk menghentikan kontraknya. Hal ini berimbas, pada semua jaringan hotel tersebut yang ada di Indonesia. Kami harus mengganti nama kami, kami tidak bisa menggunakan nama jaringan hotel internasional itu lagi. Sebenarnya, representative yang ada di Jakarta menawarkan kepada kami untuk masuk kedalam jaringan lokal yang telah mereka dirikan, ketika mereka harus kehilangan kontrak tersebut. Akan tetapi setelah dengan berbagai pertimbangan pihak Owner dan General Manager kami menolak tawaran tersebut, dan memutuskan untuk membentuk nama/brand sendiri.
Segera saja issue itu tersebar ke karyawan, entah bagaimana, para karyawan sepertinya telah mendengar issue tersebut dan menjadikannya pembicaraan hangat dikalangan mereka. Wew... bagai minyak yang dilempari korek api... yang langsung menimbulkan lautan jilatan api.... issue itu menyebar dengan cepat. Semua resah, semua bingung, bagaimana nasib hotel ini... bagaimana nasib mereka nanti. Akhirnya ada yang menyampaikan issue tersebut ke HR dengan harapan mendapat pencerahan. Tapi karena waktu itu, HRnya (ya saya ini maksudnya) belum mendapatkan keterangan yang jelas tentang masalah tersebut, akhirnya terpaksa harus dipending dulu memberikan penjelasannnya.
Akhirnya saya memutuskan untuk menghadap kepada GM untuk meminta klarifikasi tentang issue tersebut, karena karyawan kami sudah mulai resah. GM membenarkan issue tersebut, dan menyatakan akan segera memberikan penjelasan secara terperinci kepada karyawan tentang permasalahan yang sedang dihadapi ini.
Setelah waktu yang dirasa tepat itu tiba, GM kami segera mengumpulkan seluruh management untuk membahas permasalahan ini. Penjelasan secara detil diberikan kepada kami mengenai permasalahan yang ada dan sedang dihadapi oleh pihak representative, hingga opsi-opsi yang mereka berikan kepada pihak hotel kami, sampai pada akhirnya timbul suatu keputusan untuk membentuk nama/brand sendiri dari pihak owner dan GM.
Kaget...!!!
Sebuah Tools utama yang kami gunakan untuk menjual hotel kami ke publik telah dirampas. Lalu apa yang akan kita gunakan untuk berjualan??? Apakah nama baru yang akan kami usung nanti sanggup mematahkan prinsip utama "posisi posisi posisi posisi dan posisi"??? Wah deg deg seeerrrr pokoknya...
Akhirnya kami berdiskusi apa hal-hal yang membuat hotel kami jadi pilihan utama para customer kami yang loyal. Apakah memang nama itu? Atau mereka kembali karena pelayanan kami yang excellent?
Akhirnya kami sepakat... Nama memang penting untuk membuat orang tertarik, tapi untuk membuat orang kembali nama bukan lagi menjadi faktor utama, tapi pelayanan. Kami mengumpulkan data-data dari guest comment card, dan disitu menyebutkan bahwa pelayanan yang kami berikanlah yang selama ini membuat para customer kami kembali dan senang tinggal di hotel kami. Dan kami sudah memiliki modal yang cukup untuk menjalankan perubahan ini.
Lalu kami merumuskan bagaimana nantinya, menyampaikan hal ini pada karyawan.
Akhirnya saat itu tiba...!!!
Kami mengumpulkan karyawan untuk memberitahu rencana besar kami. Wah setelah GM kami menjelaskan rencana besar itu, langsung meledak pertanyaan-pertanyaan dari karyawan. Mengapa begini? Mengapa begitu? Hingga akhirnya kami memberikan jaminan bahwa seluruh struktur akan tetap berada ditempatnya, perubahan ini tidak akan memberikan pengaruh pada struktur yang ada. Karena kami merasa mereka adalah asset utama kami untuk mencapai kondisi terbaik hingga saat ini. Kami meyakinkan mereka bahwa merekalah faktor utama yang membentuk pencapaian-pencapaian kami selama ini, bukan nama dan bukan yang lain, tapi mereka, karyawan kami.
Beberapa merasa cukup bersemangat dalam menghadapi tantangan ini, beberapa merasa kalau hal ini tidak patut untuk diperjuangkan lebih lanjut dan mulai mengambil ancang-ancang untuk pergi. Tapi kami sadar kalau itu adalah resiko yang harus kami lewati dalam melakukan perubahan ini.
Perjuangan itu akhirnya dimulai... Rapat-rapat panjang hingga malam yang harus kami tempuh untuk mengembangkan konsep baru yang akan kami usung. Wew cuapek...
Art and Design staff kami ikut kebagian kerjaan numpuk. Dia diminta untuk membuat opsi-opsi design logo yang baru. Setelah selesai, maka kami berikan opsi tersebut kepada karyawan. Kami minta mereka untuk memilih design mana yang terbaik menurut mereka. Mengapa kami melibatkan mereka untuk memilih design itu? Karena kami ingin semua orang terlibat dalam rencana besar ini, kami ingin semua orang memberikan sumbangsih untuk mendesign perubahan ini.
Hal ini ternyata memberikan efek besar... Semua orang semangat untuk memilih, semua orang semangat untuk memberikan ide. Semua merasa terlibat dalam proses itu, mereka tidak hanya jadi penonton, mereka masuk menjadi pemain, mereka bebas memberikan masukan dan ide. Sampai akhirnya kami mendapatkan sebuah logo yang benar-benar pilihan bersama... Logonya simpel empat kotak yang bersusun keatas dan semakin mengecil membentuk huruf "S" tapi maknanya jadi kuat, karena keterlibatan setiap orang.
Lalu mulailah kami mendesign bagaimana warna yang cocok... Dan apa makna yang pas yang ingin kami lekatkan kedalam logo itu. Proses kolaborasi dimulai kembali, banyak yang memberikan masukan untuk warna, sampai ada yang berusaha untuk browsing di internet tentang pemaknaan warna menggunakan teori psikologi warna. Wah seru... semua sibuk, semua terlibat, semua senang...
Sampai pada waktu sore harinya management mengadakan rapat, untuk membahas masalah pewarnaan design itu, akhirnya diputuskan paduan warna merah, hitam, abu-abu, dan kuning untuk mengisi setiap kotak yang ada. Proses rapat yang menyenangkan karena kami membahas hal-hal apa yang akan kami lekatkan pada warna-warna tersebut berdasarkan masukan dari seluruh karyawan. Masukan-masukan yang lucu dan gak nyambung bertebaran dimana-mana, tapi sungguh menyenangkan dan membuat kami tertawa. Hal ini juga semakin memperkuat kami, bahwa karyawan kami sudah tidak terlalu pusing dengan kegelisahan mereka yang ada di awal, perhatian dan semangat mereka teralihkan pada proses kolaborasi perubahan itu. Wah gak terasa waktu itu kita rapat sampai larut malam, tapi dengan hasil yang memuaskan...
Lalu proses berlanjut pada pembuatan tagline dan simbol tagline. Wah rame, untuk yang satu ini kami mengadakan rapat terbuka, siapa yang mau ikut silahkan datang dan kita berdiskusi bersama. Ruangannya sampai gak cukup menampung para karyawan yang datang, karena mereka bersemangat untuk melihat dan memberikan ide. Perdebatan, ide-ide konyol mengalir, semua kami tulis dan kami pertimbangkan bersama. Sampai ada seorang karyawan yang memberikan ide menarik, gimana kalo "Absolutely" aja? Sebuah kata simple yang memberikan makna bahwa "kami bisa", dan memberikan makna tambahan bahwa selain kami mengatakan kami bisa, kami juga berani memberikan jaminan bahwa "kami bener-bener bisa" it's not just a lips service... Semua setuju dengan ide itu, sambil beberapa menambahkan ide untuk pemaknaan tagline itu.
Proses pun berlanjut pada pembuatan simbol tagline yang akan kami kenakan sehari-hari di seragam kami. Ketika semua sepakat bahwa tulisan "Absolutely" itu gimana caranya dibentuk hingga mengandung unsur senyum dan bintang yang terbang keatas. Wew kenapabintang? Karena kami sepakat, kami semua adalah bintang yang sedang berpijar dan pijaran itu tidak berhenti ditempat, tapi terus melambung keatas, mencapai keabadian dan kesempurnaan... (wew... Sangar...)
Konsep sudah siap... sekarang masuk ke acara launching...
Launching nama baru telah ditetapkan tepat pada saat ulang tahun hotel yang kedua tanggal 18 Juni 2008. Wah kebagian jadi Ketua Panitia nih... Gugup, Tegang... Gimana nanti kalau gagal??? Tapi setiap orang yang ada memberikan dukungan mereka dengan sepenuh hati dalam persiapan proses ini... jadinya lama kelamaan beban itu pun dengan sendirinya hilang. Setiap orang bekerja dengan semangat dalam persiapan, mulai dari para penerima tamu, sampai para chef yang sudah siap menyajikan makanan-makanan yang menggiurkan. Semua orang siap ketika diminta tolong untuk bekerja sampai larut malam mempersiapkan dekorasi dan segala macam persiapan yang dibutuhkan. Mereka melakukannya tanpa ada tuntutan apapun, mereka melakukannya dengan senang hati dan penuh semangat, dengan harap-harap cemas tentunya bagaimana nanti proses launching akan berjalan, apakah sesuai dengan harapan dan bayangan yang ada di kepala kami atau tidak.
Tugas saya sebagai ketua panitia menjadi sangat ringan karena adanya komitmen dari setiap orang untuk membantu proses ini. Yang saya lakukan hanya tinggal menelurkan konsep, dan mereka akan menterjemahkannya dalam suatu karya nyata, dan tentunya menjamin kemakmuran mereka ketika sedang lembur (at least Kratingdaeng dan makan malam sehat harus tersedia untuk mereka semua, dan jangan lupa kopi).
Sampailah pada malam acara puncak... semua tamu telah hadir... acara dimulai dengan pertunjukkan-pertunjukkan, sambutan-sambutan sampai pada hiburan humor yang dibawakan Kelik cs yang mampu mengguncang Ballroom kami dengan gelak tawa. Semua orang sibuk, semua orang siap di posisi masing-masing, segala bentuk perubahan planning dapat mereka handle dengan cepat dan tanpa komentar aneh. Mereka sadar proses ini harus berjalan dinamis untuk mencapai kesempurnaan. Hingga tibalah pada acara puncak, Launching brand baru kami.
Lantunan musik pengiring yang benar-benar memainkan perasaan setiap orang yang disitu, animasi memukau yang ditampilkan membuat semua orang terpana dan fokus melihat kedepan, ke panggung utama dimana lambang brand baru kami ditempatkan dan ditutup tirai siap untuk dibuka.
JREEEEEEEEEEEEEENGGGGGGGGG...!!!
Musik berhenti sesaat... waktunya pembukaan tirai... semua mata tertuju ke depan... kesalahan kecil bisa mengakibatkan acara yang kami persiapkan ini gagal total dalam sekejap mata. Tali dipotong... dan tali yang membuat tirai menggantung ditarik... kok lama??? gak jatuh-jatuh tirainya??? Seorang teman yang berdiri disebelah saya dengan refleks langsung melompat, meraih tali dan menjatuhkan badan... tali itu pun langsung tertarik seluruhnya dan tirai jatuh dengan sempurna... muncullah logo baru kami... Musik langsung masuk lagi dengan nuansa riang.. convetty dibuka.. semua orang berdiri... semua orang bertepuk tangan... semua orang kagum... sedangkan kami seluruh karyawan... menarik napas lega dan terharu... semua diam, semua meresapi setiap moment yang ada dihadapan kami... pekerjaan yang kami lakukan selama ini, terbayar impas dengan respon orang-orang disekitar kami... Ketakjuban yang terlihat dimata para undangan seolah telah menghapus segala kelelahan dan tekanan-tekanan yang kami rasakan... hingga kami akhirnya ikut pecah dalam kegembiraan itu.
Aku... Aku cuma bisa duduk... melihat sekeliling... hampir meneteskan air mata... pengorbanan kami terbayar lunas detik ini...
Ada satu hal yang membuat kami bangga lagi... Ketika acara selesai, para tamu sudah mulai meninggalkan ruangan, hanya tersisa beberapa orang yang merupakan tokoh-tokoh penting di kota kami sedang berbincang dengan GM kami. Ada yang menanyakan berapa nih biayanya bikin konsep kayak gini? Siapa designernya? GM kami cuma tersenyum... dan langsung mengatakan, mau tahu siapa designernya? itu... itu... itu... itu... sambil menunjuk setiap karyawan yang pada waktu itu sedang berada diruang tersebut. Mereka takjub dan kaget...
Kami... kami senyum-senyum, cengar-cengir, bangga...
Iya kami designernya... kami design semuanya sendiri... kami berkolaborasi dalam proses penciptaan ini... proses penciptaan yang indah dan menakjubkan...
Jadi inget, seorang teman pernah mengutip perkataan seorang tokoh, yang aku lupa namanya siapa, tentang perubahan itu... "di dunia ini tidak ada yang pasti, kecuali perubahan"... berubahlah, atau perubahan itu akan menelanmu...
Kenapa mesti berubah? Kondisi saat ini lho sudah enak... Apa perubahan itu bisa membawa kenikmatan yang lebih, atau malah akan membawa kearah yang tidak pasti dan membuat kita malah tidak bisa menikmati lagi apa yang sudah kita miliki selama ini? Pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari dalam hatiku karena mungkin sudah terlalu lama terjebak dengan apa yang namanya "comfort zone".
Zona nyaman, yang telah membuai dan memberi kenikmatan dalam diri. Zona nyaman yang merupakan buah hasil kerja keras dari sebuah awal yang penuh ketidakpastian dan kekacauan. Zona yang diperjuangkan dengan pengorbanan yang tidak sedikit, sekarang harus digoyang lagi, padahal menurutku sih saat itu aku masih belum merasa puas menikmati hasil jerih payah untuk membentuk zona itu.
Tapi hidup terus berjalan, dan ternyata perubahan itu memang penting untuk dilakukan, karena kondisi dan situasi sekitar mengharuskan diri kami untuk berubah, atau kami malah akan kehilangan segalanya, secara pelan tapi pasti. Sekali lagi aku harus membongkar zona nyaman itu, masuk lagi kedalam ketidakpastian dari arus perubahan dan mencoba untuk melawan arus demi mencapai tujuan perubahan itu, baik arus dari dalam diri sendiri maupun dari luar.
Cerita ini terjadi ketika aku sedang meniti karir di sebuah hotel baru di Balikpapan. Hotel yang berdiri dan secara resmi memulai operasinya pada tanggal 18 Juni 2006. Aku sudah mulai bekerja di hotel itu sejak 3 April 2006 sebagai seorang Reception. Awalnya diterima di posisi itu, tapi baru satu bulan kerja akhirnya aku dipindah untuk mengurus masalah HR, karena memang waktu itu tidak ada orang yang mengurusi HR dan aku dianggap paling kompeten pada waktu itu (cieee... Self Appreciation is necessary for your mental and physical growth hehe).
Akhirnya, jadilah aku seorang HR Administrator, jadi aku adalah mantan reception yang tidak pernah sama sekali merasakan bekerja jadi seorang reception (hehehehe lha wong baru satu bulan, dan waktu itu hotelnya memang belum beroperasi dah dipindah ke HR). Yah jadilah aku mengurus HR dengan segala permasalahannya. Waktu itu cuma berdua di HR, dengan seorang teman yang ditunjuk menjadi HR Officer. Selama 6 bulan aku merasakan posisi menjadi HR Administrator, sebelum akhirnya aku ditunjuk untuk menjadi Training Coordinator di hotel tersebut. Sekitar satu tahun lebih kemudian, akhirnya aku menjadi seorang HR Officer, karena HR Officer sebelumnya harus resign dan kembali ke negara-nya "Jogja Tercinta". Mulai lah petualangan baru aku rasakan, dengan umur dan pengalaman yang masih minim, aku harus memimpin sebuah Department yang bisa dibilang crucial karena mencakup kelangsungan hidup perusahaan, mengurus karyawan-karyawan yang notabene memiliki pengalaman jauh lebih banyak tentang masalah perhotelan dibandingkan aku. But that's the best part... Aku gak malu untuk belajar dari pengalaman mereka, aku gak malu untuk meminta ide dari mereka tentang bagaimana program-program HR yang baik untuk perkembangan mereka. Prinsipnya Malu Bertanya Sesat Di Jalan, apalagi waktu itu aku belum punya sistem GPS atau Google Map (sampe sekarang sih sebenernya gak punya juga), jadinya daripada sesat ya lebih baik nanya.
Aku berkolaborasi dengan seorang staff baru yang kutunjuk untuk jadi seorang Training Coordinator. Kami berdua memiliki komitmen yang sama dalam usaha mengembangkan karyawan. "Jangan biarkan mereka menjadi bodoh", mereka harus pinter, gak boleh ada gap yang terlalu besar antara staff biasa, supervisor dan manager. Mereka harus sering share knowledge dan experience diantara mereka. Maka dimulailah program-program Sharing dan training gila-gilaan. But we enjoy it...!!! most of the time... :)
Akhirnya berjalanlah kami untuk mencapai tujuan bersama, dan kami rasa kami sudah sangat baik berkolaborasi untuk kesejahteraan bersama pada saat itu. Hotel kami yang masih baru, cepat dikenal khalayak ramai, dan telah banyak customer yang loyal pada kami. Suatu hal yang ajaib, mengingat letak hotel kami yang bisa dikatakan sangat tidak strategis. Tidak dijalan utama, dan dekat kuburan (so scary isn't it...). Apalagi kalo belajar marketing, prinsip utama agar sebuah hotel dapat maju adalah "position atau place", prinsip keduanya "tetap position", prinsip ketiganya "masih position", prinsip keempat "ya itu... position itu...", dan prinsip kelima "yaaaaa masa position lagi?... tapi ternyata... alhamdulillah tetap position". Wah kalo masalah prinsip itu, hotel kami lewat deh... ndak mosisi blas... but magically, we survive...
Waktu itu kami berpikir bisa survive dan berkembangnya hotel kami ini karen masalah "nama". Ya... hotel kami masuk dalam jaringan internasional dengan nama yang cukup terkenal pada waktu itu. Yah pasti karena itu... di kota kami, hanya kami satu-satunya hotel yang merupakan bagian dari suatu jaringan internasional. Walaupun beberapa bulan ada lagi satu hotel yang merupakan jaringan internasional buka di kota kami, tapi ya... kami masih bisa meng-klaim bahwa kami merupakan hotel pertama dengan jaringan internasional yang ada di kota kami, dan kami sudah merasa cukup aman dengan banyaknya customer yang sudah loyal dengan kami.
Tapi, semua itu harus berubah. Berawal dari timbulnya masalah pada representative jaringan internasional hotel kami yang ada di Jakarta, yang akhirnya membuat kantor pusat jaringan tersebut memutuskan untuk menghentikan kontraknya. Hal ini berimbas, pada semua jaringan hotel tersebut yang ada di Indonesia. Kami harus mengganti nama kami, kami tidak bisa menggunakan nama jaringan hotel internasional itu lagi. Sebenarnya, representative yang ada di Jakarta menawarkan kepada kami untuk masuk kedalam jaringan lokal yang telah mereka dirikan, ketika mereka harus kehilangan kontrak tersebut. Akan tetapi setelah dengan berbagai pertimbangan pihak Owner dan General Manager kami menolak tawaran tersebut, dan memutuskan untuk membentuk nama/brand sendiri.
Segera saja issue itu tersebar ke karyawan, entah bagaimana, para karyawan sepertinya telah mendengar issue tersebut dan menjadikannya pembicaraan hangat dikalangan mereka. Wew... bagai minyak yang dilempari korek api... yang langsung menimbulkan lautan jilatan api.... issue itu menyebar dengan cepat. Semua resah, semua bingung, bagaimana nasib hotel ini... bagaimana nasib mereka nanti. Akhirnya ada yang menyampaikan issue tersebut ke HR dengan harapan mendapat pencerahan. Tapi karena waktu itu, HRnya (ya saya ini maksudnya) belum mendapatkan keterangan yang jelas tentang masalah tersebut, akhirnya terpaksa harus dipending dulu memberikan penjelasannnya.
Akhirnya saya memutuskan untuk menghadap kepada GM untuk meminta klarifikasi tentang issue tersebut, karena karyawan kami sudah mulai resah. GM membenarkan issue tersebut, dan menyatakan akan segera memberikan penjelasan secara terperinci kepada karyawan tentang permasalahan yang sedang dihadapi ini.
Setelah waktu yang dirasa tepat itu tiba, GM kami segera mengumpulkan seluruh management untuk membahas permasalahan ini. Penjelasan secara detil diberikan kepada kami mengenai permasalahan yang ada dan sedang dihadapi oleh pihak representative, hingga opsi-opsi yang mereka berikan kepada pihak hotel kami, sampai pada akhirnya timbul suatu keputusan untuk membentuk nama/brand sendiri dari pihak owner dan GM.
Kaget...!!!
Sebuah Tools utama yang kami gunakan untuk menjual hotel kami ke publik telah dirampas. Lalu apa yang akan kita gunakan untuk berjualan??? Apakah nama baru yang akan kami usung nanti sanggup mematahkan prinsip utama "posisi posisi posisi posisi dan posisi"??? Wah deg deg seeerrrr pokoknya...
Akhirnya kami berdiskusi apa hal-hal yang membuat hotel kami jadi pilihan utama para customer kami yang loyal. Apakah memang nama itu? Atau mereka kembali karena pelayanan kami yang excellent?
Akhirnya kami sepakat... Nama memang penting untuk membuat orang tertarik, tapi untuk membuat orang kembali nama bukan lagi menjadi faktor utama, tapi pelayanan. Kami mengumpulkan data-data dari guest comment card, dan disitu menyebutkan bahwa pelayanan yang kami berikanlah yang selama ini membuat para customer kami kembali dan senang tinggal di hotel kami. Dan kami sudah memiliki modal yang cukup untuk menjalankan perubahan ini.
Lalu kami merumuskan bagaimana nantinya, menyampaikan hal ini pada karyawan.
Akhirnya saat itu tiba...!!!
Kami mengumpulkan karyawan untuk memberitahu rencana besar kami. Wah setelah GM kami menjelaskan rencana besar itu, langsung meledak pertanyaan-pertanyaan dari karyawan. Mengapa begini? Mengapa begitu? Hingga akhirnya kami memberikan jaminan bahwa seluruh struktur akan tetap berada ditempatnya, perubahan ini tidak akan memberikan pengaruh pada struktur yang ada. Karena kami merasa mereka adalah asset utama kami untuk mencapai kondisi terbaik hingga saat ini. Kami meyakinkan mereka bahwa merekalah faktor utama yang membentuk pencapaian-pencapaian kami selama ini, bukan nama dan bukan yang lain, tapi mereka, karyawan kami.
Beberapa merasa cukup bersemangat dalam menghadapi tantangan ini, beberapa merasa kalau hal ini tidak patut untuk diperjuangkan lebih lanjut dan mulai mengambil ancang-ancang untuk pergi. Tapi kami sadar kalau itu adalah resiko yang harus kami lewati dalam melakukan perubahan ini.
Perjuangan itu akhirnya dimulai... Rapat-rapat panjang hingga malam yang harus kami tempuh untuk mengembangkan konsep baru yang akan kami usung. Wew cuapek...
Art and Design staff kami ikut kebagian kerjaan numpuk. Dia diminta untuk membuat opsi-opsi design logo yang baru. Setelah selesai, maka kami berikan opsi tersebut kepada karyawan. Kami minta mereka untuk memilih design mana yang terbaik menurut mereka. Mengapa kami melibatkan mereka untuk memilih design itu? Karena kami ingin semua orang terlibat dalam rencana besar ini, kami ingin semua orang memberikan sumbangsih untuk mendesign perubahan ini.
Hal ini ternyata memberikan efek besar... Semua orang semangat untuk memilih, semua orang semangat untuk memberikan ide. Semua merasa terlibat dalam proses itu, mereka tidak hanya jadi penonton, mereka masuk menjadi pemain, mereka bebas memberikan masukan dan ide. Sampai akhirnya kami mendapatkan sebuah logo yang benar-benar pilihan bersama... Logonya simpel empat kotak yang bersusun keatas dan semakin mengecil membentuk huruf "S" tapi maknanya jadi kuat, karena keterlibatan setiap orang.
Lalu mulailah kami mendesign bagaimana warna yang cocok... Dan apa makna yang pas yang ingin kami lekatkan kedalam logo itu. Proses kolaborasi dimulai kembali, banyak yang memberikan masukan untuk warna, sampai ada yang berusaha untuk browsing di internet tentang pemaknaan warna menggunakan teori psikologi warna. Wah seru... semua sibuk, semua terlibat, semua senang...
Sampai pada waktu sore harinya management mengadakan rapat, untuk membahas masalah pewarnaan design itu, akhirnya diputuskan paduan warna merah, hitam, abu-abu, dan kuning untuk mengisi setiap kotak yang ada. Proses rapat yang menyenangkan karena kami membahas hal-hal apa yang akan kami lekatkan pada warna-warna tersebut berdasarkan masukan dari seluruh karyawan. Masukan-masukan yang lucu dan gak nyambung bertebaran dimana-mana, tapi sungguh menyenangkan dan membuat kami tertawa. Hal ini juga semakin memperkuat kami, bahwa karyawan kami sudah tidak terlalu pusing dengan kegelisahan mereka yang ada di awal, perhatian dan semangat mereka teralihkan pada proses kolaborasi perubahan itu. Wah gak terasa waktu itu kita rapat sampai larut malam, tapi dengan hasil yang memuaskan...
Lalu proses berlanjut pada pembuatan tagline dan simbol tagline. Wah rame, untuk yang satu ini kami mengadakan rapat terbuka, siapa yang mau ikut silahkan datang dan kita berdiskusi bersama. Ruangannya sampai gak cukup menampung para karyawan yang datang, karena mereka bersemangat untuk melihat dan memberikan ide. Perdebatan, ide-ide konyol mengalir, semua kami tulis dan kami pertimbangkan bersama. Sampai ada seorang karyawan yang memberikan ide menarik, gimana kalo "Absolutely" aja? Sebuah kata simple yang memberikan makna bahwa "kami bisa", dan memberikan makna tambahan bahwa selain kami mengatakan kami bisa, kami juga berani memberikan jaminan bahwa "kami bener-bener bisa" it's not just a lips service... Semua setuju dengan ide itu, sambil beberapa menambahkan ide untuk pemaknaan tagline itu.
Proses pun berlanjut pada pembuatan simbol tagline yang akan kami kenakan sehari-hari di seragam kami. Ketika semua sepakat bahwa tulisan "Absolutely" itu gimana caranya dibentuk hingga mengandung unsur senyum dan bintang yang terbang keatas. Wew kenapabintang? Karena kami sepakat, kami semua adalah bintang yang sedang berpijar dan pijaran itu tidak berhenti ditempat, tapi terus melambung keatas, mencapai keabadian dan kesempurnaan... (wew... Sangar...)
Konsep sudah siap... sekarang masuk ke acara launching...
Launching nama baru telah ditetapkan tepat pada saat ulang tahun hotel yang kedua tanggal 18 Juni 2008. Wah kebagian jadi Ketua Panitia nih... Gugup, Tegang... Gimana nanti kalau gagal??? Tapi setiap orang yang ada memberikan dukungan mereka dengan sepenuh hati dalam persiapan proses ini... jadinya lama kelamaan beban itu pun dengan sendirinya hilang. Setiap orang bekerja dengan semangat dalam persiapan, mulai dari para penerima tamu, sampai para chef yang sudah siap menyajikan makanan-makanan yang menggiurkan. Semua orang siap ketika diminta tolong untuk bekerja sampai larut malam mempersiapkan dekorasi dan segala macam persiapan yang dibutuhkan. Mereka melakukannya tanpa ada tuntutan apapun, mereka melakukannya dengan senang hati dan penuh semangat, dengan harap-harap cemas tentunya bagaimana nanti proses launching akan berjalan, apakah sesuai dengan harapan dan bayangan yang ada di kepala kami atau tidak.
Tugas saya sebagai ketua panitia menjadi sangat ringan karena adanya komitmen dari setiap orang untuk membantu proses ini. Yang saya lakukan hanya tinggal menelurkan konsep, dan mereka akan menterjemahkannya dalam suatu karya nyata, dan tentunya menjamin kemakmuran mereka ketika sedang lembur (at least Kratingdaeng dan makan malam sehat harus tersedia untuk mereka semua, dan jangan lupa kopi).
Sampailah pada malam acara puncak... semua tamu telah hadir... acara dimulai dengan pertunjukkan-pertunjukkan, sambutan-sambutan sampai pada hiburan humor yang dibawakan Kelik cs yang mampu mengguncang Ballroom kami dengan gelak tawa. Semua orang sibuk, semua orang siap di posisi masing-masing, segala bentuk perubahan planning dapat mereka handle dengan cepat dan tanpa komentar aneh. Mereka sadar proses ini harus berjalan dinamis untuk mencapai kesempurnaan. Hingga tibalah pada acara puncak, Launching brand baru kami.
Lantunan musik pengiring yang benar-benar memainkan perasaan setiap orang yang disitu, animasi memukau yang ditampilkan membuat semua orang terpana dan fokus melihat kedepan, ke panggung utama dimana lambang brand baru kami ditempatkan dan ditutup tirai siap untuk dibuka.
JREEEEEEEEEEEEEENGGGGGGGGG...!!!
Musik berhenti sesaat... waktunya pembukaan tirai... semua mata tertuju ke depan... kesalahan kecil bisa mengakibatkan acara yang kami persiapkan ini gagal total dalam sekejap mata. Tali dipotong... dan tali yang membuat tirai menggantung ditarik... kok lama??? gak jatuh-jatuh tirainya??? Seorang teman yang berdiri disebelah saya dengan refleks langsung melompat, meraih tali dan menjatuhkan badan... tali itu pun langsung tertarik seluruhnya dan tirai jatuh dengan sempurna... muncullah logo baru kami... Musik langsung masuk lagi dengan nuansa riang.. convetty dibuka.. semua orang berdiri... semua orang bertepuk tangan... semua orang kagum... sedangkan kami seluruh karyawan... menarik napas lega dan terharu... semua diam, semua meresapi setiap moment yang ada dihadapan kami... pekerjaan yang kami lakukan selama ini, terbayar impas dengan respon orang-orang disekitar kami... Ketakjuban yang terlihat dimata para undangan seolah telah menghapus segala kelelahan dan tekanan-tekanan yang kami rasakan... hingga kami akhirnya ikut pecah dalam kegembiraan itu.
Aku... Aku cuma bisa duduk... melihat sekeliling... hampir meneteskan air mata... pengorbanan kami terbayar lunas detik ini...
Ada satu hal yang membuat kami bangga lagi... Ketika acara selesai, para tamu sudah mulai meninggalkan ruangan, hanya tersisa beberapa orang yang merupakan tokoh-tokoh penting di kota kami sedang berbincang dengan GM kami. Ada yang menanyakan berapa nih biayanya bikin konsep kayak gini? Siapa designernya? GM kami cuma tersenyum... dan langsung mengatakan, mau tahu siapa designernya? itu... itu... itu... itu... sambil menunjuk setiap karyawan yang pada waktu itu sedang berada diruang tersebut. Mereka takjub dan kaget...
Kami... kami senyum-senyum, cengar-cengir, bangga...
Iya kami designernya... kami design semuanya sendiri... kami berkolaborasi dalam proses penciptaan ini... proses penciptaan yang indah dan menakjubkan...

